1000423631
Bumi Menitipkan Harapan

 

karya: Asyifah Ananta 

kelas: XI A

tempat/tanggal lahir: Lumajang, 20 Mei 2011

 

*Bumi Menitipkan Harapan*

 

Bumi tak pernah meminta balasan,

Hanya menitipkan kehidupan.

Lewat angin, hujan, dan pepohonan,

Ia mengajarkan arti ketulusan.

 

Di halaman sekolah yang hijau membentang,

Kudengar alam berbisik perlahan.

“Jagalah aku dengan tanganmu,

Sebab masa depan lahir darimu.”

 

Setiap daun yang gugur memberi pelajaran,

Bahwa hidup selalu membutuhkan perhatian.

Setiap sampah yang dipungut dengan ikhlas,

Adalah bukti cinta yang tak terbatas.

 

Menanam satu pohon bukan sekadar pekerjaan,

Melainkan menanam harapan.

Agar esok anak-anak yang akan datang,

Masih dapat menghirup udara yang tenang.

 

Adiwiyata bukan hanya sebuah nama,

Tetapi janji untuk menjaga semesta.

Karena bumi adalah rumah yang tercinta,

Warisan indah bagi generasi selanjutnya.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait