CAHAYA DI ATAS PENDAKIAN SUNYI
“`Naufal Aditya Eka R.“`
kelas:8a
tempat/tanggal lahir:lumajang,06 agustus 2012
cita-cita: hakim
Di celah malam yang membelenggu jemari,
Aksara pertama diketuk pelan dan ragu,
Meretas sunyi yang lama menari-nari,
Menuntun jiwa keluar dari gulita yang membisu.
Pendidikan adalah pahatan waktu nan abadi,
Bukan sekadar lembar tumpukan angka-angka,
Ia menyemai benih kesadaran di dalam hati,
Merawat budi hingga bertunas mahakarya.
Di tanah gersang tempat ketidakpastian bertakhta,
Pena menjelma pedang pemutus rantai kebodohan,
Menyibak kabut tebal, merajut asa demi asa,
Mengubah setiap keraguan menjadi keyakinan.
Di tangan-tangan penuntun yang tulus berbakti,
Dan jejak langkah para pencari hakikat makna,
Tersimpan ikrar suci yang tak pernah mati:
Menyalakan fajar di tengah peradaban dunia.
Ia adalah jembatan kokoh menuju angkasa,
Tempat cita-cita tak lagi sekadar bayangan,
Sebab hanya dengan akal, nurani, dan rasa,
Manusia berdiri tegap meraih kemerdekaan.
Bukan tentang menimbun ilmu tanpa arti,
Melainkan mengasah nurani agar makin tajam,
Memahami bumi, merangkul sesama bumi,
Memberi jawaban pada zaman yang kian diam.
Teruslah melangkah wahai sang pembawa api,
Meski jalan berliku dan sarat akan tantangan,
Sebab di ujung lorong ilmu yang kau cari,
Masa depan bangsa berdiri penuh kebanggaan.
Pendidikan adalah lentera yang takkan padam,
Menyinari jejak, mewariskan kearifan murni,
Menjadikan jiwa manusia ciptaan paling agung,
Menuju puncak peradaban nan adil dan suci.