88407
Fajar Di Balik Papan Tulis

Dinding kelas membisu,

menelan kebisingan yang baru saja menyentak.

Suara langkahmu memecah sepi,

membangkitkan lentera jiwa di ruang kelas.

 

Fajar ilmu menyingsing perlahan,

menyapa seisi kelas dengan cahaya yang teduh.

Menaburkan benih pengetahuan

ke ladang nalar yang haus akan makna.

Bukan sekadar singgah,

engkau hadir menyemai hikmah.

 

Jemarimu menari di atas papan tulis,

membangunkan fajar yang lama terpendam.

Guratan demi guratan menjelma aksara,

setiap kata menjadi suluh pengetahuan,

menerangi langkah menuju masa depan.

 

Kata demi kata mengalir dari lisanmu,

menuntun kami mengarungi samudra ilmu.

Hingga terang bersemayam di dalam kalbu,

melalui senyum sabar yang tak pernah jemu.

 

Di luasnya samudra ilmu,

riak diskusi bersahutan penuh makna.

Bukan sekadar riuh tanpa arah,

melainkan simfoni nalar yang berpadu,

menghidupkan rasa ingin tahu tanpa jeda.

 

Keraguan perlahan surut,

berganti keyakinan yang merekah di wajah.

Tanya yang bergelora akhirnya reda,

dipeluk jawaban yang melapangkan dada.

 

Di balik papan tulis itu,

tak hanya huruf demi huruf yang terukir.

Ada fajar yang saban pagi dilahirkan,

membangunkan mimpi-mimpi yang nyaris padam.

 

Dan ketika kelak kami melangkah jauh,

jejak baktimu tetap tinggal dalam ingatan.

Sebab di balik setiap masa depan yang kami raih,

selalu ada fajar yang terbit dari dalam papan tulis.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait