Oleh: Sherin Ayu Ramadhani
Setiap pagi kami melangkah ke sekolah dengan mimpi yang berbeda.
Di gerbang itu kami tidak hanya menitipkan tas,
Tapi juga harapan orang tua dan cita-cita yang masih mencari arah.
Membuka buku, membuka dunia.
Karena kami percaya, dari sinilah semua perjalanan besar dimulai.
Ruang kelas tak perlu mewah, sering panas, kadang juga bocor saat hujan.
Tapi bukan itu alasan yang membuat kami berhenti untuk terus belajar.
Ada guru yang rela datang lebih awal, pulang paling akhir,
Menjelaskan hal yang sama berkali-kali sampai kami mengerti.
Karena bagi mereka, satu anak yang paham lebih berharga dari ribuan pujian.
Pendidikan bukan hanya tentang menghafal rumus dan sejarah.
Pendidikan mengajari kami cara gagal, lalu bangkit lagi.
Pendidikan menentukan siapa kita esok hari.
Ia mengajarkan kami menghargai perbedaan, sabar, dan berani.
Karena ijazah tanpa akhlak, hanya akan menjadi kertas tanpa makna.
Kami belajar dari kesalahan, kami tumbuh dari kegagalan.
Dari percobaan yang gagal kami belajar bahwa proses itu penting.
Dari buku kami belajar tentang dunia yang belum pernah kami injak.
Dari kekalahan kami belajar bahwa menang bukan segalanya.
Di sinilah karakter kami dibentuk, pelan-pelan, tanpa kami sadari.
Untuk masa depan yang sedang kami kejar,
Teruslah menyala walaupun zaman terus berubah.
Karena kamu adalah satu-satunya jalan untuk memutus rantai kebodohan.
Karena satu buku yang kami baca, bisa mengubah seribu mimpi.