Hari-Hari Putih Biru
Oleh: Cheril Vidia Nur Fitri
Dua belas, tiga belas, empat belas, lalu lulus
Tujuh, delapan, sembilan, beberapa bulan lagi pupus
Tidak sepanjang jenjang di bawah yang penuh tawa
Tidak sesibuk jenjang di atas yang mengejar asa
Namun, seragam ini membawa memori yang takkan pernah sirna
Twst twst twst ramai sekali kantin hari ini
Ha ha ha ha ha ceria sekali mereka menari dalam sepi
Entah apa yang dibicarakan sampai telat masuk kelas
Hingga melupakan waktu belajar yang mengalir bergegas
“Duh, bagaimana ini?” seseorang mengeluh pasrah
“Ah, aku mengerti!” lalu memahami rasa yang lelah
Cekungan gelap di bawah matanya yang sayu
Menjadi saksi bisu, ia menimba ilmu tanpa ragu
Dari lingkungan sekolah yang melekat erat pada hati
Tekad tumbuh sekuat cengkraman ketetapan pasti
Hari ini, seorang siswa sedang berusaha keras
Esok, kesuksesan manis dari pendidikan akan terperas