Jembatan Masa Depan
Oleh: Cheril Vidia Nur Fitri
Sampulnya terkikis, tidak dengan isinya
Kertasnya menguning, tidak dengan ilmu di dalamnya
Terlihat berat pada pandangan pertama
Namun dinatas meja, ia seluas samudera
Enggan membuka, enggan merusak punggungnya
Sekali membuka, pusaran imajinasi menelan jiwa
Lembarannya ringan, misterinya tak terkira
Kresek kresek… Semakin dibuka semakin menggelora
Jika dianalogikan…
Semua aksara itu terasa sia-sia untuk beberapa waktu
Namun pada masa yang telah ditentukan penentu
Ia akan menjadi jembatan emas, menutup bodoh yang membelenggu
Sifatnya selektif, sangat manis didalam
Hanya ingin dibangun oleh siswa yang merayu dengan dalam
Sungguh anggun pustaka berharga satu ini
Keindahan ilmunya akan abadi di sanubari