WhatsApp-Image-2026-10-17-at-10.14.58
KELAS HIAS DALAM RANGKA MEMPERINGATI HUT RI 81

KELAS HIAS AGUSTUS DAUR  ULANG SPENSAJA TAHUN AJARAN 2026 /2027         

( Cicik W. Utami, S.Pd )

         

SMP Negeri 1 Jatiroto, SPENSAJA selalu menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI di bulan agustus dengan kegiatan – kegiatan positif sebagai perwujudan rasa syukur atas kemerdekaan dan cinta tanah air dan bangsa. Tahun ini, SPENSAJA mengadakan lomba-lomba sekolah seperti lomba kelas hias agustus daur ulang, lomba kebersihan, lomba estafet air, lomba pipa bocor dan lomba karet gelang. Semua jenis lomba adalah lomba tim karena sekolah ingin mengajarkan kerjasama dan kekompakan antar murid SPENSAJA. Kita akan mendeskripsikan lomba kelas hias agustus daur ulang

Proses kelas hias agustus daur ulang dilaksanakan mulai tanggal 1 agustus sampai dengan 27 Agustus 2026. Murid dan wali kelas bekerjasama menghias kelas masing-masing ketika jam pulang sekolah atau sore hari. Penilaian kelas hias agustus dilaksanakan oleh tim juri pada hari jumat, tanggal 28 agustus 2026. Lomba ini diikuti oleh 24 kelas; kelas VII, VIII dan IX.

Banyak sekali manfaat yang diperoleh dari lomba kelas hias agustus daur ulang. Dampak positif itu antara lain; semangat berjuang dan berkorban ( tenaga, biaya dan waktu ), kerjasama , kekompakan, kreativitas dalam karya dari bahan bekas, kemampuan literasi dan kebersihan lingkungan dengan pengurangan sampah plastik. Setiap kelas saling bekerjasama dan berkreativitas untuk meraih kemenangan sekaligus merayakan HUT ke 81 RI sebagai rasa syukur dan bukti cinta tanah air dan bangsa.

Pemenang dari kelas hias agustus daur ulang dibagi per-jenjang kelas. Pemenang dari kelas VII antara lain; kelas VII B ( pemenang pertama ) , kelas VII F ( pemenang kedua )  dan kelas VII G ( pemenang ketiga ). Pemenang dari kelas VIII antara lain: kelas VIII A ( pemenang pertama ), kelas VIII G ( pemenang kedua ) dan kelas VIII H ( pemenang ketiga ).  Pemenang dari kelas IX antara lain: kelas IX D ( pemenang pertama ), kelas IX E ( pemenang kedua ) dan: kelas IX B ( pemenang ketiga ). Akhirnya, setiap kelas di SPENSAJA terlihat indah, bersih, penuh makna dan berliterasi.

Kriteria penilaian dari lomba ini antara lain; kelas lengkap dengan adminstrasi kelas seperti struktur pengurus kelas, daftar 7K, jadwal piket, jadwal pelajaran, denah kelas, kesepakatan kelas, dan biodata anggota kelas. Kelas juga harus dilengkapi gambar Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, bendera merah putih, taplak meja guru, dan vas bunga. Kelas diharapkan juga berliterasi dengan adanya pojok baca, mading kelas, pohon literasi, poster seperti Kata-Kata Ajaib, 5 S, Kebiasaan 7 Anak Hebat, dan  8 Dimensi Profil Lulusan. Kelas juga harus bersih dan lengkap dengan alat kebersihan yang tertata rapi. Nilai penunjang lain adalah hiasan candela, hiasan pintu, hiasan papan tulis atau hiasan atap kelas. Sesuai dengan temanya “ Perayaan HUT KE-81 RI dengan Sekolah Bersih, Kreatif, dan Berkelanjutan melalui Pemanfaatan Bahan Daur Ulang “ maka penggunaan hiasan kelas 80 persen dari bahan bekas seperti kardus, kain perca, karung goni, botol plastik, tutup botol, galon air, koran, kertas bekas, sedotan, gelas plastik, dan daun kering.  Berikut ini beberapa video kelas hias agustus daur ulang dari para pemenang antara lain kelas VII B, kelas VIII A dan kelas IX D  

     

https://drive.google.com/drive/folders/1fy3_5o1-

77EPR5oAoDP0nZGPfssAmH6k?usp=sharing

 

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait