WhatsApp-Image-2026-10-17-at-10.35.02
LUKA KEMERDEKAAN

Luka Kemerdekaan
Oleh Titin Tri Suhartini

Angin kebebasan bersiul di atas tiang bendera,
Suaranya parau tertahan duka,
Kemerdekaan berdiri dengan tubuh gemetar,
Menatap tanah air yang kian tak ramah melebar.

Surat keputusan menjelma monster raksasa,
Mengunyah harapan rakyat dengan taringnya,
Meja-meja kantor menjelma benteng yang angkuh,
Membuat jiwa-jiwa kecil berlutut dan runtuh.

Stempel merah tertawa di atas kertas putih,
Menyaksikan air mata menetes penuh ratih,
Birokrasi memakai mahkota duri ketidakadilan,
Menjepit leher kebebasan yang kehilangan jalan.

Lembaran regulasi menari-nari dengan liar,
Merantai kaki-kaki buruh yang kelaparan biar,
Aturan menjelma labirin gelap tanpa ujung,
Tempat keadilan mati tersudut dan terpasung.

Senyum kemerdekaan kini tampak begitu pasi,
Tercekik oleh dasi-dasi para abdi negeri,
Kursi kekuasaan berbisik penuh keangkuhan,
Mengunci pintu kesejahteraan dari pemohon bantuan.

Ruang tunggu puskesmas dan dinas menangis lirih,
Mendengar janji manis yang memicu perih,
Berkas-berkas perkara membisu seribu bahasa,
Menimbun jeritan kaum yang tak punya kuasa.

Garuda meneteskan air mata di atas lambang,
Melihat kepak sayapnya kini terkekang

Kemerdekaann ini rupanya belum seutuhnya mandiri

masih terjajah oleh ego penguasa negeri sendiri

 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait