WhatsApp-Image-2026-09-08-at-09.12.41-2-1
Menjalin Tradisi Menanamkan Budaya Literasi

Ancak Maulid merupakan program literasi berbasis kearifan lokal yang dikemas dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Ancak—struktur hias yang diisi dengan bermacam makanan dan minuman ringan—dijadikan sebagai daya tarik utama sekaligus bentuk apresiasi bagi peserta lomba pidato islami (pildacil/da’i muda).

Melalui program ini, tradisi berbagi jajanan tidak hanya menjadi simbol rasa syukur, tetapi juga sarana untuk mengasah kemampuan literasi tutur (orasi dan retorika), keberanian tampil, serta pemahaman ajaran Nabi Muhammad SAW.

Konsep dan Nilai Utama

  • Apresiasi Berbasis Tradisi: Ancak berisi makanan dan minuman ringan dihadirkan sebagai bentuk reward tradisi yang meriah, menggugah antusiasme peserta lomba pidato dan warga yang menyaksikan.

  • Literasi Kelisanan & Penulisan Naskah: Lomba pidato mendorong peserta untuk aktif membaca referensi kisah Nabi (siroh nabawiyah), menyusun naskah pidato, dan menyampaikannya secara lisan dengan percaya diri.

  • Nilai Teladan Rasulullah: Meneladani keberanian dan cara dakwah Nabi Muhammad SAW yang santun, komunikatif, dan membawa kedamaian.

Mekanisme & Alur Kegiatan

  1. Penyusunan Naskah & Latihan Pidato: Peserta membaca, merangkum, dan menyusun teks pidato bertema keteladanan Akhlak Nabi Muhammad SAW.

  2. Pelaksanaan Lomba Pidato: Peserta tampil menyampaikan pidatonya di hadapan juri dan masyarakat di sekitar susunan ancak.

  3. Penyerahan Ancak Jajanan: Ancak berisi jajanan dan minuman ringan dibagikan atau diserahkan kepada para pemenang dan seluruh peserta lomba sebagai simbol keberkahan dan apresiasi atas keberanian mereka.

Dengan memfokuskan kegiatan pada lomba pidato, perayaan Maulid Nabi tetap berlangsung semarak dengan hidangan ancak, sekaligus efektif melatih kecakapan berfikir kritis, menulis naskah, dan berbicara di depan umum.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait