WhatsApp-Image-2026-10-17-at-08.09.55-1
Pembelajaran Digital Bahasa Daerah Kelas 7

Modul Rencana Pembelajaran Digital (RPP)

Mata Pelajaran: Bahasa Daerah (Jawa)
Kelas / Semester: VII (Tujuh) / Ganjil
Tema Utama:Tokoh Idola (Pahlawan/Tokoh Budaya/Tokoh Inspiratif Local)
Materi: Memahami Teks Deskripsi Tokoh & Pembuatan Poster Berbasis AI
Alokasi Waktu: 2 x 40 Menit (1 Pertemuan)
Pendekatan: STEAM & TPACK (Teknologi, Seni, Bahasa, & Kecerdasan Buatan)

 

 1. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran digital ini, siswa diharapkan mampu:
1. Mengidentifikasi dan Menulis teks deskripsi singkat tentang tokoh idola menggunakan bahasa daerah yang baik dan benar (termasuk unggah-ungguh / tata krama bahasa).
2. Memanfaatkan Teknologi AI (seperti AI Image Generator atau Prompt Engineering) untuk menghasilkan visualisasi gambar tokoh idola secara kreatif.
3. Mendesain Poster Digital yang memadukan gambar AI dan narasi/slogan berbahasa daerah dengan rapi dan menarik.

 

 2. Alat, Media, dan Aplikasi Digital

Perangkat: Smartphone / Laptop / Tablet & Koneksi Internet.
Aplikasi AI Image Generator: Bing Image Creator, Canva AI (Magic Media), atau Lexica.art.
Aplikasi Desain Poster: Canva, CapCut, atau PosterMaker.
Media Pembelajaran: Padlet / Google Classroom (untuk pengumpulan karya).

 

 3. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran

 A. Pendahuluan (10 Menit)
1. Apersepsi & Motivasi: Guru menyapa siswa menggunakan bahasa daerah. Guru menampilkan satu contoh poster tokoh budaya yang dibuat dengan teknologi AI.
2. Pertanyaan Pemantik:
“Sapa tokoh idola sing paling diwongke/dikagumi marang sampeyan?” (Siapa tokoh idola yang paling kamu kagumi?)
“Pernahkah kalian membayangkan wajah tokoh pahlawan atau budaya kita digambar secara digital oleh AI?”

 

B. Kegiatan Inti (60 Menit)

 Langkah 1: Eksplorasi Teks Deskripsi Tokoh (15 Menit)
Siswa memilih satu tokoh idola (Pahlawan Nasional/Lokal, Budayawan, atau Tokoh Inspiratif Daerah).
Siswa menyusun teks deskripsi singkat (3–4 kalimat) dan slogan inspiratif dalam Bahasa Daerah.
Contoh Slogan Bahasa Jawa: Raden Ajeng Kartini: Pahlawan Wanita, Semangatipun Ambal Kanti Salawas-lawase.”

 Langkah 2: Eksperimen Prompt Gambar AI (20 Menit)
 Guru memandu siswa menyusun prompt (instruksi teks) untuk aplikasi AI Image Generator.
 Siswa memasukkan deskripsi visual tokoh idola untuk menghasilkan gambar yang diinginkan.
Contoh Prompt AI: Digital art of a brave Indonesian heroic woman wearing traditional batik outfit, realistic, sharp focus, vibrant lighting.

 Langkah 3: Desain Poster Digital (25 Menit)
 Siswa menggabungkan gambar hasil AI ke dalam aplikasi Canva.
Siswa menyisipkan:
Judul/Nama Tokoh(Bahasa Daerah).
Teks Deskripsi Singkat / Slogan (Bahasa Daerah).
Elemen Estetis(Bingkai, warna, dan font yang sesuai).

 

 C. Penutup & Asesmen (10 Menit)
1. Pengumpulan Karya: Siswa mengunggah  hasil poster ke papan drive kelas.
2. Apresiasi & Refleksi: Beberapa siswa mempresentasikan poster mereka menggunakan bahasa daerah secara singkat di depan kelas/forum.
3. Umpan Balik Guru: Guru memberikan apresiasi atas kreativitas pemanfaatan AI dan ketepatan penggunaan bahasa daerah.

 

 4. Kriteria Penilaian (Rubrik Penilaian)

Aspek Penilaian 

*Penggunaan Bahasa Daerah| 40 | Ketepatan kosakata, tata bahasa, dan tingkat tutur bahasa daerah (*unggah-ungguh*).
*Kreativitas Pemanfaatan AI| 30 | Kesesuaian gambar buatan AI dengan deskripsi tokoh yang dipilih. 
*Desain & Estetika Poster | 20 | Kerapian tata letak (layout), paduan warna, dan kejelasan tulisan. 
*Kedisiplinan & Presentasi  10 Pengumpulan tepat waktu dan kelancaran saat menyampaikan karya. 

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait