Setiap tanggal 1 Oktober, sekolah menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan suasana yang khidmat dan penuh perenungan. Peringatan ini menjadi momen krusial bagi seluruh warga sekolah—siswa, guru, dan staf—untuk mengenang sejarah kelam bangsa, menghormati jasa para pahlawan revolusi, serta menegaskan kembali komitmen bersama dalam mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi pemersatu bangsa.
Rangkaian dan Bentuk Peringatan
-
Upacara Bendera Khidmat Seluruh peserta upacara berdiri tegap mengikuti rangkaian acara inti, seperti pengibaran Sang Saka Merah Putih, pembacaan Teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, serta Pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila. Suasana tenang dan penuh keheningan menyelimuti halaman sekolah saat momen mengheningkan cipta untuk mendoakan para pahlawan yang gugur.
-
Pembacaan Ikrar Kesaktian Pancasila Salah satu bagian terpenting adalah penegasan ikrar bahwa sejak diproklamasikan, NKRI telah banyak menghadapi rongrongan baik dari dalam maupun luar negeri. Namun, dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai Pancasila, bangsa Indonesia tetap kokoh berdiri.
-
Edukasi Sejarah dan Literasi Nilai Pancasila Melalui amanat pembina upacara maupun kegiatan di dalam kelas, siswa dibekali pemahaman historis mengenai pentingnya menjaga ketahanan nasional. Guru mengajak siswa mengaitkan kelima sila Pancasila dengan tindakan nyata di kehidupan sehari-hari, seperti toleransi, keadilan, dan gotong royong.
Makna dan Harapan
Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di sekolah bukan sekadar formalitas tahunan, melainkan benteng moral bagi generasi muda. Di tengah derasnya arus globalisasi dan dinamika informasi, momen ini mengingatkan siswa bahwa Pancasila adalah pondasi utama yang menjaga keberagaman Indonesia agar tetap satu, tangguh, dan berdaulat.