1000398302
Sekolah, Tempat Mimpi Bersemi

Nama : Naura Nurzahra Firdausa

Kelas : 8A

Absen : 18

Alamat : Wedusan, Jln Kyai Wates

Cita-cita : Guru

 

 

𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵, 𝗧𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗠𝗶𝗺𝗽𝗶 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗲𝗺𝗶

 

Pagi menetes di kaca jendela

embun menyimpan sisa cerita

langkah-langkah kecil menuju gerbang terbuka

menjemput hari di sekolah Adiwiyata.

 

Di lorong sunyi suara bersahutan

tawa berkejaran bersama angan

papan tulis menjadi awal pelajaran

tempat mimpi belajar menemukan jalan.

 

Buku-buku terbuka seperti jendela

memperlihatkan dunia yang luas tak terkira

dari angka, kata, hingga rahasia semesta

kami belajar bahwa ilmu tak pernah kehilangan makna.

 

Di halaman sekolah, waktu terasa berbeda

matahari menjadi saksi tawa dan canda

persahabatan tumbuh tanpa banyak bicara

menjadi warna yang tinggal lama di ingatan kita.

 

Ada hari ketika tugas terasa berat 

ada pula hari yang dipenuhi tawa

namun semuanya menjadi jejak yang kuat

membentuk kami sedikit demi sedikit menjadi dewasa.

 

Namum bel pulang tak selamanya bahagia

sebab setiap perpisahan menyimpan jeda 

hari-hari yang berlalu tak dapat di ulang semula

tetapi kenangannya menetap di dalam dada.

 

Suatu saat kami mungkin berpencar 

mengejar cita ke tempat berbeda

namun nama Spensaja akan tetap terdengar

sebagai rumah kecil bagi banyak asa.

 

Sebab sekolah bukan sekedar bangunan dan nama

bukan hanya jadwal, tugas, ataupun angka

ia adalah tempat kami belajar menjadi manusia

menyusun cita-cita dari kepingan sederhana.

 

Sekolah bukan hanya tempat belajar

bukan sekedar ruang dan pagar

di sanalah mimpi mulai berpendar

dan masa depan perlahan kami kejar.

 

Maka biarlah waktu terus membawa cerita

biarlah usia mengganti langkah yang ada

kami pernah tumbuh, bermimpi, dan tertawa

di bawah langit yang sama di sekolah Spensaja.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait