Nama : Naura Nurzahra Firdausa
Kelas : 8A
Absen : 18
Alamat : Wedusan, Jln Kyai Wates
Cita-cita : Guru
𝗦𝗲𝗸𝗼𝗹𝗮𝗵, 𝗧𝗲𝗺𝗽𝗮𝘁 𝗠𝗶𝗺𝗽𝗶 𝗕𝗲𝗿𝘀𝗲𝗺𝗶
Pagi menetes di kaca jendela
embun menyimpan sisa cerita
langkah-langkah kecil menuju gerbang terbuka
menjemput hari di sekolah Adiwiyata.
Di lorong sunyi suara bersahutan
tawa berkejaran bersama angan
papan tulis menjadi awal pelajaran
tempat mimpi belajar menemukan jalan.
Buku-buku terbuka seperti jendela
memperlihatkan dunia yang luas tak terkira
dari angka, kata, hingga rahasia semesta
kami belajar bahwa ilmu tak pernah kehilangan makna.
Di halaman sekolah, waktu terasa berbeda
matahari menjadi saksi tawa dan canda
persahabatan tumbuh tanpa banyak bicara
menjadi warna yang tinggal lama di ingatan kita.
Ada hari ketika tugas terasa berat
ada pula hari yang dipenuhi tawa
namun semuanya menjadi jejak yang kuat
membentuk kami sedikit demi sedikit menjadi dewasa.
Namum bel pulang tak selamanya bahagia
sebab setiap perpisahan menyimpan jeda
hari-hari yang berlalu tak dapat di ulang semula
tetapi kenangannya menetap di dalam dada.
Suatu saat kami mungkin berpencar
mengejar cita ke tempat berbeda
namun nama Spensaja akan tetap terdengar
sebagai rumah kecil bagi banyak asa.
Sebab sekolah bukan sekedar bangunan dan nama
bukan hanya jadwal, tugas, ataupun angka
ia adalah tempat kami belajar menjadi manusia
menyusun cita-cita dari kepingan sederhana.
Sekolah bukan hanya tempat belajar
bukan sekedar ruang dan pagar
di sanalah mimpi mulai berpendar
dan masa depan perlahan kami kejar.
Maka biarlah waktu terus membawa cerita
biarlah usia mengganti langkah yang ada
kami pernah tumbuh, bermimpi, dan tertawa
di bawah langit yang sama di sekolah Spensaja.