IMG_20261019_175700-1
Semarak Bulan Bahasa 2026: Laras Spensaja

JATIROTO, SPENSAJA NEWS – Dalam rangka memupuk rasa cinta terhadap bahasa dan sastra, SMP Negeri 1 Jatiroto menggelar rangkaian acara Lomba Bulan Bahasa 2026 dengan mengusung tema “Laras Spensaja: Literasi, Apresiasi, dan Kreasi Bahasa dalam Semangat SMP Negeri 1 Jatiroto.”

Kegiatan yang berlangsung meriah pada Senin, 19 Oktober 2026 ini diikuti oleh seluruh murid SMP Negeri 1 Jatiroto tahun pelajaran 2026/2027. Guna menambah kekhasan dan nuansa tempo dulu, seluruh peserta dan panitia tampil unik mengenakan dresscode Baju Jadul.

Acara diawali dengan Apel Pembukaan dan sambutan dari Kepala Sekolah serta Ketua Panitia pada pukul 07.00 WIB. Setelah pengarahan teknis, keseruan lomba dimulai serentak pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB yang terbagi ke dalam tiga cabang lomba:

 

1. Lomba Membaca Puisi (Lokasi: Laboratorium IPA Atas)

Setiap kelas mengirimkan satu orang perwakilan untuk membawakan satu judul puisi bebas. Pada lomba ini, peserta dituntut tampil membaca teks tanpa terus-menerus menunduk dalam durasi maksimal 5–10 menit. Komponen penilaian utama berfokus pada Penafsiran Puisi (35%), disusul Vokal (25%), Gestur dan Ekspresi (20%), serta Penghayatan (20%).

 

2. Lomba Menulis Cerita (Lokasi: Gazebo)

Para peserta berkumpul di Gazebo untuk mengasah imajinasi mereka. Dalam waktu maksimal 3 jam, peserta wajib menulis cerita orisinal (bukan tiruan/AI) sepanjang 1.000–1.500 kata menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Tema lomba baru dibagikan langsung di lokasi. Penilaian pada cabang ini menitikberatkan pada Kesesuaian dengan Tema (35%), Kreativitas Pengolahan Cerita (25%), Penggunaan Bahasa Indonesia (20%), dan Penyampaian Pesan (20%).

 

3. Lomba Mendongeng (Lokasi: Podium)

Suasana di Podium mendadak hidup lewat cerita-cerita kreatif tanpa naskah yang dibawakan oleh perwakilan kelas. Peserta tampil selama 5–10 menit membawakan cerita yang mengandung nilai positif atau pesan moral. Menariknya, lomba ini murni menguji kekuatan bercerita peserta karena panitia melarang penggunaan musik atau efek suara pendukung. Aspek penilaian terbesar dinilai dari Cerita Menjadi Peristiwa (30%), Karakter Tokoh (20%), Vokal (20%), Penghayatan (20%), dan Tafsir Ruang/Penampilan (10%). 

 

Tidak hanya kompetisi bahasa, kegiatan pendukung berupa Bazar Ibu Dharma Wanita turut menyemarakkan area sekolah. Bazar yang berlangsung bersamaan dengan jam lomba ini menjadi daya tarik tersendiri bagi warga sekolah yang ingin menikmati aneka jajanan.

Sesuai dengan slogan kegiatan kali ini, “Bahasa Menguatkan, Karya Menginspirasi, Spensaja Berprestasi, “ momentum Bulan Bahasa 2026 ini, mengharapkan budaya literasi di lingkungan SMP Negeri 1 Jatiroto dapat terus tumbuh dan melahirkan generasi yang kritis serta kreatif dalam berbahasa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Nyalanesia bekerja sama dengan ribuan guru dan kepala sekolah di seluruh Indonesia untuk bersama-sama membangun jembatan literasi agar setiap anak punya kesempatan untuk mewujudkan mimpi.

Pendidikan adalah alat untuk melawan kemiskinan dan penindasan. Ia juga jembatan lapang untuk menuju rahmat Tuhan dan kebahagiaan.

Mendidik adalah memimpin,
berkarya adalah bernyawa.

Artikel Terkait